Selasa, 23 Desember 2014

MEREKA.

Perasaaan ini. Perasaan ini selalu ada dimanapun aku berada. Rasa sepi yang aku rasakan hingga menjalar keseluruh tubuhku. Air mata ini bahkan sudah terlalu kering untuk selalu menangisi keadaanku saat ini. Semenjak kepergianmu Mama, rumah bukan lah lagi tempat yang menyenangkan untuk aku datangi, aku lebih memilih diluar sana untuk, setidaknya melupakan rasa sepiku karna aku memiliki mereka. Mereka yang memberikan aku kebahagiaan lagi setelah engkau tiada, mereka yang membuatku nyaman berada dikampus, mereka yang membuatku tertawa, mereka yang membuatku tersenyum, mereka yang memberikanku perhatian, mereka yang membuatku memiliki keluarga kecil yang aku butuhkan, mereka yang membuatku melupakan pahitnya kenyataan hidup membuatnya seperti coklat, “coklat” mengapa coklat? Karena hanya coklat setiap bagiannya membuatku merasa tenang, dan membuatku tersenyum dalam keadaan apapun. Sesaat semua itu hilang, pergi dan meninggalkan secercah kenangan yang membuat aku selalu tersenyum jika mengingatnya. Ingin sekali rasanya aku mengulang segalanya, tapi waktu seakan merenggut kebahagiaanku. Waktu merampas semua senyum dan tawa ku, serta terus membuat semua itu hanya sebuah kenangan yang bisa aku ulangi didalam mimpiku. Mimpi yang membuatku tidak ingin terbangun dari tidurku.

Terima kasih untuk satu tahun yang membahagiakan, satu tahun yang membuatku menyesal. Menyesal karna aku tidak bisa mengabadikan setiap moment yang kalian berikan, satu tahun yang membuat aku ingin tertawa jika mengingatnya karna terlalu banyak “drama” dalam keluarga kecil kita. Maafkan aku yang selalu terbawa perasaan (baper) yang membuat kalian jengkel dan mungkin membenciku. Tapi aku selalu akan menyayangi dan merindukan kalian. Dimanapun kalian berada. Meskipun sekarang aku dan kalian tidak bisa bersama, namun aku selalu memiliki mimpi bersama kalian. Aku ingin sekali saat wisuda nanti kita akan kumpul bersama dan berfoto bersama untuk mengabadikan moment terindah dalam hidup kita. Terima kasih untuk kalian. Sukses! See you on top!.

Rabu, 02 Juli 2014

Aku rindu

Aku rindu masa kecilku, dimana kesulitan hanya sebatas PR matematika.
Aku rindu masa kecilku, dimana yang aku dapat hanya kebahagiaan.
Aku rindu masa kecilku, dimana aku tidak pernah merasa sendirian.
Aku rindu masa kecilku, dimana disaat aku terjatuh ada mama yang mengobatiku.
Aku rindu masa kecilku, dimana ada mama yang selalu menghapus air mataku.
Aku rindu masa kecilku, dimana ada mama yang memeluk dan merawatku ketika aku sakit.
Aku benar-benar merindukan itu semua. Aku rindu masa kecilku.

Rabu, 25 Juni 2014

I miss you mama

Hai mama.
Aku membutuhkan seseorang untuk bicara. Aku membutuhkan seseorang yang mengerti diriku. Aku butuh seseorang yang ingin memelukku dengan penuh kasih sayang seperti dirimu. Dulu saat engkau masih ada disampingku, setiap saat aku marah, sedih atau apapun itu yang aku rasakan, aku tidak pernah merasa sendiri. Karena engkau selalu ada disampingku. Disaat apapun itu. Selalu ingin mendengarkanku, menghapus air mataku dan memelukku dengan penuh kasih sayang.
Sekarang setelah engkau tiada, aku merasa sendiri didunia ini. Tanpa satu orang pun disampingku. Orang-orang yang saat ini disampingku begitu fana untukku. Mereka datang dan pergi tanpa peduli padaku. Aku merindukanmu mama. Rasa rindu ini benar-benar menyakitiku. Rasa sakit yang harus aku telan sendiri, membuatku menjadi bukan diriku. Setelah engkau tiada, tak ada lagi tawa bahagia yang aku rasakan, tak ada lagi senyuman yang begitu ikhlas, tak ada lagi kehangatan yang engkau berikan.
Mama, jika aku bisa memilih aku lebih memilih bersamamu didunia sana dari pada aku sendiri didunia ini. Aku rindu padamu mama.

Love, andin

Sabtu, 29 Maret 2014

For you

Aku terlalu sibuk dengan semua hal yang tidak pasti diluar sana. Bermain-main dengan hari meski gelap. Meski hujan dan Petir. Meski selalu berakhir dengan memeluk rasa sakit yang menyebalkan. Sungai dimataku menderas. Arusnya melubangi hatiku. Setiap malam pula aku menyebut namamu dalam doa. Berharap tuhan memberikan keajaiban untukku. Sedikit keajaiban. Mengapa awan hitam seolah menyelimutiku begitu erat sehingga aku tak bisa bergerak?
Tapi kamu tahu? Aku akan seperti langit, yang selalu ada disana, menatapmu dari kejauhan. Gelap disaat kamu sedih dan cerah disaat kamu senang. Walaupun aku yakin kamu tidak menganggap langit itu berharga, bahkan mungkin tidak ada.