Jumat, 13 Oktober 2017

Hari itu


Tiba-tiba aku teringat hari itu. Hari dimana kita menghabiskan waktu berdua bersama yang tak disengaja. Tidak melakukan apapun, hanya mendengarkan kamu bercerita tentang segala hal. Dari mulai anak asisten rumah tanggamu yang selalu kamu jahili sampai alasan batalnya keinginanmu untuk melanjutkan kuliah di korea.
Aku tidak ingat bagaimana awalnya, yang aku ingat aku hanya ingin menyendiri diruangan lain karna begitu panas dan terlalu banyak orang. Sampai tiba-tiba kamu datang dan bertanya "ngapain disini sendirian?". Aku menghadap kearahmu dan berkata "gapapa lagi ngadem aja". Aku tidak ingat bagaimana tapi pada akhirnya kita duduk berhadapan dan memulai percakapan itu. Awalnya kamu bertanya padaku dan ingin mengetahui kehidupanku, tapi aku hanya menjawab seperlunya dan tidak tertarik untuk menceritakannya, bukan karna aku tidak mau kamu mengetahuinya tapi karna memang tidak ada hal yang menarik dihidupku untuk aku ceritakan padamu. Sampai akhirnya aku mulai bertanya tentangmu, dan dengan caramu kamu menceritakan semuanya. Entahlah aku merasa begitu nyaman mendengar semua ceritamu, mungkin aku terpesona atau aku memang suka hingga tanpa aku sadari aku hanya tersenyum, tertawa dan berkata seperlunya saat menanggapi ceritamu.
Aku sangat senang hari itu. Walaupun hanya bisa mendengarkanmu bercerita, tapi aku benar-benar menikmati setiap detik berdua bersamamu. Sampai tiba-tiba dia datang dan obrolan kita terhenti.

Rasanya saat ini aku ingin mengulang semua kejadian menyenangkan itu denganmu. Tapi aku tahu itu tidak mungkin.
Dan sekarang aku hanya bisa mengulang semua hal itu didalam kepalaku saja.