Sabtu, 29 Maret 2014

For you

Aku terlalu sibuk dengan semua hal yang tidak pasti diluar sana. Bermain-main dengan hari meski gelap. Meski hujan dan Petir. Meski selalu berakhir dengan memeluk rasa sakit yang menyebalkan. Sungai dimataku menderas. Arusnya melubangi hatiku. Setiap malam pula aku menyebut namamu dalam doa. Berharap tuhan memberikan keajaiban untukku. Sedikit keajaiban. Mengapa awan hitam seolah menyelimutiku begitu erat sehingga aku tak bisa bergerak?
Tapi kamu tahu? Aku akan seperti langit, yang selalu ada disana, menatapmu dari kejauhan. Gelap disaat kamu sedih dan cerah disaat kamu senang. Walaupun aku yakin kamu tidak menganggap langit itu berharga, bahkan mungkin tidak ada.